Antony Zulus wrote:
Ada seorang ibu dari keluarga kekurangan menikah (dijodohkan) dengan seorang
pria kaya memiliki toko emas, tapi pernikahan mereka hanya tahan 1 tahun,
suaminya main gila dengan banyak perempuan, sampai memelihara perempuan lain
dan sangat suka judi dan toko emasnya bangkrut karena membayar hutang judi.
Jadi ibu ini mulai dari punya anak pertama sampai yang ketiga, suaminya
tidak pernah memberi nafkah, anak-anaknya tidak pernah mendapat perhatian
sedikitpun dari ayah mereka. Dan tidak pernah ada di rumah, setahun hanya
bisa dihitung dengan jari.
Suaminya akan datang ke rumah bila uangnya habis atau pada hari raya imlek.
Terpaksa ibu ini mencari uang dengan berjualan rokok, kemudian beralih
jualan bacang di pinggir jalan. Tetapi suaminya malah lebih gila dan makin
jahat - pergi ke dukun, main kuasa gelap karena ingin menang judi. Setiap
kali melihat ada sedikit uang dari jerih payah hasil jualan sang ibu, dia
minta. Karena tidak ada kesempatan untuk bersekolah kedua anaknya laki-laki
saat masuk sekolah harus langsung SD kelas 3 dan itupun percobaan. Hari demi
hari ibu ini tetap berjuang untuk menghidupi sekeluarga. Sudah tidak
terhitung cucuran air mata dan penderitaan yang dialami ibu ini.
Setelah anak-anaknya makin besar dan menerima Yesus, mereka mulai
memberitahukan kepada ibunya bahwa ada Tuhan yang akan memberikan jalan
keluar dari semua penderitaan itu. Karena masa kecil ibu ini pernah sekolah
minggu, akhirnya benih-benih Firman yang dulu ditaburkan mulai berkembang
dan ibu ini menjadi percaya setelah didoakan 8 tahun oleh anak-anaknya.
Tapi suaminya malah makin jahat, demikian jahatnya suatu kali karena anaknya
tidak tahan melihat perlakuan ayah mereka terhadap sang ibu, anak terbesar
laki memaki ayahnya. Dasar suami dikuasai setan ayah ini marah besar dan
mencoba membunuh anak laki tsb, tapi gagal. Sampai suatu hari ia minta uang
untuk kawin lagi dengan perempuan lain (padahal saat itu dari wanita
selingkuhnya yang ditemukan di lokasi pelacuran sudah memiliki 2 anak
perempuan dengan ayah ini), karena ibu ini sangat sabar dan tegar akhirnya
memberi uang yang ada pada suami itu.
Tetapi ibu ini sudah tidak tahan akhirnya berdoa demikian: "Tuhan... hajar
suamiku...", tepat tengah hari mobil suaminya tabrakan di daerah Sukabumi,
sopirnya mati, kaki kiri suami ini patah dan jatuh ke jurang selama 3 hari
tidak ditemukan orang, dia sampai makan daun-daun liar, kepanasan,
kehujanan. Akhirnya ditemukan penduduk setempat dibawa pulang ke rumah sang
istri.
Karena sang istri ini sudah menjadi anak Tuhan, dia tetap merawat walaupun
pada saat sampai di pintu rumah sang suami memaki-maki istri karena musibah
yang dialaminya. Anak-anaknya yang sudah SMP pada waktu itu hanya berdoa dan
berdoa. Karena si suami menderita gula darah, lukanya tidak bisa disembuhkan
sakitnya makin parah, masuk RS dan setiap minggu harus cuci darah, keuangan
istri benar-benar habis tidak tersisa.
Pada suatu pagi, anak yang kedua laki memberitakan Injil kepada ayahnya dan
ayahnya dalam keadaan sekarat baru mau percaya kepada Tuhan, akhirnya
dibaptis percik oleh pendeta tempat anak laki kedua ini beribadah. Karena
sudah tidak bisa bangun dari tempat tidur, beberapa hari kemudian suami ini
meninggal dalam Tuhan.
Masih banyak sekali kisah tragis yang dialami oleh ibu dan anak-anak ini,
tetapi di atas semua itu mereka bisa menang karena apa? Karena percaya dan
menyerahkan semuanya kepada DIA yang sanggup untuk menolong apapun masalah
yang dihadapi. Pernah ibu ini karena begitu frustasinya pergi kepada
pengacara untuk mengusahakan perceraian.
Tetapi anak-anaknya melarang karena hal itu melanggar firman.
Akhirnya sekarang mereka semua sangat berbahagia, anak-anaknya sudah menikah
semua, hidup ibu ini sangat berkecukupan bahkan melimpah dan telah memiliki
6 cucu, tidak terpikir olehnya ia kini menikmati hidup dari Tuhan bahkan
bisa melanglang buana ke belahan dunia yang tadinya bagi ibu ini mustahil.
Saudari ku Cindy, kalau engkau membaca kisah ini, serahkan padaNYA semua
masalah dan ingat Tuhan itu pasti akan menolong bagaimanapun keadaannya.
Karena kisah ini adalah kisah nyata saya alami - yang merupakan anak pertama
dari ayah ini. Saya melihat bahwa Tuhan itu luar biasa, IA adalah jalan
keluar. Walaupun sangat berat saat-saat menghadapi situasi saat itu, rasanya
koq tidak kunjung selesai.
Tahukah berapa lama kami mengalami hal tersebut ? 31 Tahun!
Semoga kisah nyata yang saya dan keluarga saya alami ini menjadi inspirasi,
dorongan semangat dan tumbuh iman Saudaraku semua. Tidak ada kata selain
saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus yang saya cintai: "Bahwa DIA
memang benar-benar baik! Ajaib dan Luar biasa!"
http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
Amin - God Bless You All
Antony Zuluz
di Bandung
Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]