Para pemuka Gereja Katolik dan anggota Opus Dei di Inggris membentuk sebuah kelompok yang bertugas menangkis dampak negatif dari film The Da Vinci Code.
Kelompok itu, yang juga termasuk seorang kepala biara ordo Benediktin dan dua pendeta, mengutuk buku karya Dan Brown itu sebagai "fiksi yang menjual diri sebagai fakta".
Mereka mengencam novel itu yang dianggap "merusak" kepercayaan mereka.
Komentar itu disampaikan hanya dua minggu sebelum versi film dari novel yang dibintangi Tom Hanks itu dirilis di bioskop.
Novel yang terjual 40 juta eksemplar di seluruh dunia itu, diserang karena menggambarkan Gereja Katolik sebagai sebuah organisasi penuh kerahasiaan yang selama 2.000 tahun ini menutup-nutupi keturunan Yesus Kristus.
Opus Dei meminta agar film itu diawali dengan pernyataan bahwa film tersebut adalah karya fiksi, "dan setelah itu silakan diputar dan membahasnya semau anda," kata Jack Valero, direktur komunikasi Opus Dei.
Dalam pernyataannya, kelompok penyanggah itu mengatakan: "Kami yakin Da Vinci Code adalah cerita yang seru dan tidak berbahaya, selama hal itu dilihat sebagai karya fiksi. Kami tidak mendukung pengutukan, boikot atau aksi protes."
"Tetapi kami juga prihatin bahwa banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan luas tentang Gereja Katolik dan sejarahnya, akan tertipu oleh kisah karangan Dan Brown itu yang mengklaim Da Vinci Code berdasar pada fakta dan teori yang dihormati."
"Penipuan semacam ini akan semakin diperkuat oleh film karena film memiliki pengaruh lebih kuat dari tulisan."
Opus Dei, organisasi Katolik konservatif yang memiliki 86.000 anggota di seluruh dunia, sangat marah dengan penggambaran ordo mereka di novel Dan Brown sebagai kelompok yang mendukung pembunuhan dan gila kekuasaan.
Organisasi itu menyelenggarakan seminar khusus di London untuk memberi informasi kepada publik dan telah meminta kepada Sony Pictures, yang memproduksi film tersebut, untuk memuat pernyataan yang mengukuhkan film itu adalah karya fiksi.
Sony sebelumnya menolak berkomentar apakah film Da Vinci Code akan memuat pernyataan semacam itu.
Direktur komunikasi Opus Dei, Jack Valero mengatakan dia yakin publik harus dijelaskan bahwa film itu tidak berdasarkan fakta.
"Opus Dei meminta agar film itu diawali dengan pernyataan bahwa film tersebut adalah karya fiksi, dan setelah itu silakan diputar dan membahasnya semau anda."
"Tetapi apabila anda memperlihatkan film ini seakan-akan fakta, maka ini adalah berbohong."
Film The Da Vinci Code akan ditayangkan untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Mei di Festival Film Cannes, Perancis, sebelum dirilis di seluruh dunia pada 19 Mei. (BBC Indonesia)
Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]