Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home Terbaru Populer Web Links 28 Mar 2017
GSN recommended web :
Ide2 bisnis, ide2 blog dari Cosa Aranda





Search

Artikel Web Link

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi



Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .

Untuk mengundang Motivator Top Indonesia di Perusahaan / Organisasi Anda bisa kunjungi website dibawah ini:

Motivator Indonesia

Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia;; 5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki;; RS Omni Dirikan Kawasaki Center
Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/12/10/1623090/Penyakit.Kawasaki.Hadir.di.Indonesia

KAMIS, 10 DESEMBER 2009 | 16:23 WIB
oleh Najib Advani

KOMPAS.com - Hari masih pagi saat sebuah mobil mewah meluncur dengan kencangnya di jalan bebas hambatan di Eropa. Tiba-tiba mobil menghantam tepi jalan dan terbalik. Saksi mata yang melihat menduga si pengemudi mabuk. Polisi datang dan menemukan si pengemudi seorang gadis berusia 19 tahun, meninggal. Hasil otopsi menunjukkan bahwa ia tiba-tiba kena serangan jantung koroner sehingga tidak dapat lagi mengontrol mobilnya. Ternyata data rekam medisnya menunjukkan bahwa ia pernah terkena penyakit Kawasaki saat berusia 2 tahun tanpa disadari, baik oleh dokter maupun keluarganya.

Tragedi serupa dialami Joni, bayi lucu yang berusia 8 bulan. Sudah lebih 10 hari ia demam dan ibunya sudah berganti dokter. Akhirnya, barulah diketahui bahwa ia menderita penyakit Kawasaki. Sayang sudah terlambat. Katup jantungnya mengalami kerusakan parah dan nyawanya tak tertolong lagi.

Apakah penyakit Kawasaki (PK) itu ?
PK ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, penyakit itu akhirnya dinamakan Kawasaki. Di Indonesia, banyak di antara kita yang belum memahami penyakit berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya. Penampakan penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit gondong. Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama menyerang balita dan paling sering terjadi pada usia 1-2 tahun. Bahkan, penulis pernah menemukan PK pada seorang bayi berusia 3 bulan yang menderita demam selama 18 hari.

Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per seribu anak balita. Peringkat itu disusul oleh Korea dan Taiwan. Adapun di Amerika Serikat berkisar 0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita. Di Indonesia, penulis menemukan bahwa kasus PK sudah ada sejak tahun 1996. Namun, ada dokter yang menyatakan sudah menemukan sebelumnya. Meskipun demikian, Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit Kawasaki dunia setelah laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional penyakit Kawasaki ke-8 di San Diego, AS, pada awal 2005.

Diduga, kasus di Indonesia tidaklah sedikit, dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada 3.300-6.600 kasus PK. Namun kenyataannya, kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Antara 20 dan 40 persennya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh. Namun, sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.

Penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu infeksi. Namun, belum ada bukti yang meyakinkan mengenai hal tersebut. Karena itu, cara pencegahannya juga belum diketahui. Penyakit ini juga tidak terbukti menular.

Gejala awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41 derajat celsius. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari, tetapi tidak pernah mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik tidak menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap, yaitu bercak-bercak merah di badan yang mirip seperti penyakit campak. Namun, gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan tidak ada pada PK.

Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tetapi tanpa kotoran (belekan), pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher sehingga kadang diduga penyakit gondong (parotitis), lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang pecah-pecah, serta telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan, terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan (garis Beau).

Penderita PK harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari dokter ahli jantung anak. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pada jantung (terjadi pada 20-40 persen penderita) karena dapat merusak pembuluh nadi koroner. Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari ke-7 dan ke-8 sejak awal timbulnya demam. Pada awalnya, pembuluh ini dapat terjadi pelebaran kemudian bisa terjadi penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya, aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot jantung yang dikenal sebagai infark miokard.

Pemeriksaan jantung menjadi hal yang sangat penting, termasuk EKG dan ekokardiografi (USG jantung). Kadang ultrafast CT scan, Magnetic Resonance Angiography (MRA) atau kateterisasi jantung diperlukan pada kasus yang berat. Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas. Biasanya, jumlah sel darah putih, laju endap darah, dan C Reactive protein meningkat pada fase akut. Jadi, diagnosis ditegakkan atas dasar gejala dan tanda klinis semata sehingga pengalaman dokter sangat dibutuhkan. Pada fase penyembuhan, trombosit darah meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung.

Obat yang mutlak harus diberikan adalah imunoglobulin secara infus selama 10-12 jam. Obat yang didapat dari plasma donor darah ini ampuh, baik untuk meredakan gejala PK maupun menekan risiko kerusakan jantung. Namun harga yang mahal menjadi kendala. Harga satu gram berkisar Rp 1 juta. Penderita PK membutuhkan imunoglobulin 2 gram per kg berat badannya. Sebagai contoh, anak yang berat badannya 15 kg membutuhkan 30 gram, dengan harga sekitar Rp 30 juta. Penderita juga diberikan asam salisilat untuk mencegah kerusakan jantung dan sumbatan pembuluh koroner. Jika tidak ada komplikasi, maka anak dapat dipulangkan dalam beberapa hari.

Pada kasus yang terlambat dan sudah terjadi kerusakan pembuluh koroner, perlu rawat inap yang lebih lama dan pengobatan yang intensif guna mencegah kerusakan jantung lebih lanjut. Jika dengan obat-obatan tidak berhasil, maka kadang diperlukan operasi pintas koroner (coronary bypass) atau bahkan, meskipun sangat jarang, transplantasi jantung. Kematian dapat terjadi pada 1-5 persen penderita yang umumnya terlambat ditangani dan puncaknya terjadi pada 15-45 hari setelah awal timbulnya demam. Meskipun demikian, kematian mendadak dapat terjadi bertahun-tahun setelah fase akut. PK juga dapat merusak katup jantung (terutama katup mitral) yang dapat menimbulkan kematian mendadak beberapa tahun kemudian. Kemungkinan kambuhnya penyakit ini adalah sekitar 3 persen.

Pada penderita yang secara klinis telah sembuh total sekalipun dikatakan bahwa pembuluh koronernya akan mengalami kelainan pada lapisan dalam. Hal ini memudahkan terjadinya penyakit jantung koroner, kelak pada usia dewasa muda. Jika ditemukan serangan jantung koroner akut pada dewasa muda, maka mungkin perlu dipikirkan bahwa penderita kemungkinan pernah terkena PK saat masih kanak-kanak. Kiranya kita semua perlu mewaspadai penyakit agar tidak menimbulkan korban lebih lanjut.

Dr. Najib Advani, SpA (K), MMed (Paed), Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung, Ketua Unit Koordinasi Kerja Jantung Anak pada Ikatan Dokter Anak Indonesia dan peneliti penyakit Kawasaki.

###
######

5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/94836/5_000_Balita_Menderita_Penyakit_Kawasaki

By Republika Newsroom
Rabu, 09 Desember 2009 pukul 22:05:00

TANGERANG--Sebanyak 5.000 kasus penderita penyakit Kawasaki ditemukan selama tahun 2009 di Indonesia, kata Konsultan Specialis Anak Rumah Sakit Omni International, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, dr Najib Advani, Rabu.

Najib mengatakan, Kawasaki merupakan penyakit misteri karena sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti awal mula penyakit itu muncul di tubuh penderita.

Di Indonesia, lanjut Najib, penyakit Kawasaki tergolong penyakit baru, meski telah empat tahun penyakit tersebut berkembang di negara tersebut. "Sekitar 80 persen balita merupakan penderita penyakit Kawasaki. Penyakit ini menyerang jantung si anak bila tidak segera diobati," ujar Najib.

Komplikasi penyakit Kawasaki, menurut Najib, menimbulkan serangan jantung (infrak miokard) akibat gumpalan darah yang menyumbat di daerah pelebaran. Najib mengaku, gejala penyakit kawasaki mirip penyakit campak, mata, dan bibir merah, timbul kelenjar di leher seperti gondok, terkadang si anak tidak bisa diam ketika digendong.

"Dalam kurun waktu selama 2009 ditemukan 5.000 kasus penyakit kawasaki di Indonesia,"jelasnya. Diakuinya, balita penderita penyakit kawasaki yang di rawat dan di obati rumah sakit swasta itu mencapai sekitar 70 balita dalam setahun.

"Penderita kawasaki yang kita rawat berasal dari Sumatera, Kalimantan, Jakarta, Surabaya adapun dari Tangerang,"ungkap dokter specialis penyakit kawasaki itu. Penyakit asal Jepang yang ditemukan dr Kawasaki pada tahun 1967 kini mulai mengancam balita di Indonesia.

Kata dia, orang tua dari anak penderita kawasaki harus menguras kantong lebih dalam, Gammmaglobulin obat kekebalan bagi penderita penyakit kawasaki harganya mencapai RP1,2 juta per gram. "Bila 2x20 gram obat itu dibeli bisa mencapai RP40 juta. Anak dari kalangan menengah atas yang biasanya menderita penyakit kawasaki,"jelasnya. ant/pur

#########
###

RS Omni Dirikan Kawasaki Center

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2008/07/26/1850541/rs.omni.dirikan.kawasaki.center

SABTU, 26 JULI 2008 | 18:50 WIB
JAKARTA, SABTU - Banyak kalangan yang belum memahami penyakit Kawasaki, bahkan di kalangan medis sekalipun. Karena itu Rumah Sakit Omni International Alam Sutera, Tangerang Sabtui (26/7) meresmikan Kawasaki Center dan Perkumulan Orang Tua Penderita Kawasaki Indonesia (POPKI).

"Tujuan peresmian Kawasaki Center adalah sebagai pusat pengobatan penyakit Kawasaki (PK)," jelas dr. Najib Advani, Chairman Kawasaki Center RS Omni International Hospital Alam Sutera, di RS Omni International Hospital Alam Sutera, Tangerang.

Kawasaki Center yang merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia ini berada di lantai 3 RS Omni International Hospital Alam Sutera, Tangerang. Ketua POPKI Soeyanny A. Tjahja yang juga penderita penyakit Kawasaki berharap bahwa perkumpulan ini dapat menjadi wadah bagi orang tua penderita PK untuk berbagi pengalaman dan informasi mengenai PK. "Perkumpulan ini dapat memudahkan orang tua penderita kawasaki untuk memperoleh informasi serta solusi dari semua keluhan yang ada," ungkap Soeyanny.

Adanya Kawasaki Center diharapkan dapat menjadi membantu masyarakat menangangi secara dini penyakit Kawasaki sehingga tidak sampai terlambat dan menjadi parah. "Masyarakat diharapkan bisa lebih waspada," jelas dr. Najib.

Dan penderita PK menurut Soeyanny harus terus berjuang melawan penyakit yang hingga kini belum diketahui penyebabnya tersebut.
Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]


Posted: 19 December 2009 04:5521326 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
Awesome! Awesome! 47% [7 Votes]
Very Good Very Good 33% [5 Votes]
Good Good 13% [2 Votes]
Average Average 0% [No Votes]
Poor Poor 7% [1 Vote]
Artikel Sebelumnya:
What your Birth month means

Agenda Hari Libur : Kalender Tahun 2010 : Excel : Kalendar

Wallpaper Sylvester Cat

Dapatkan 4 ebook bermutu secara GRATIS

Tips2 jikalau mau beli mobil bekas

Artikel Lainnya:
Renungan Harian Katolik RenunganPKarmCSE.com

(ads) Lowongan Kerja - Hairstylist - Jakarta

(ads) Lowongan Pekerjaan - Cashier untuk SPA - Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Therapist SPA Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Business Manager SPA - Jakarta

Koleksi ucapan/sms Selamat Tahun Baru 2011

Pesan Paus untuk para Imam: "Kita Harus nge-Blog"

Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia;; 5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki;; RS Omni Dirikan Kawasaki Center

Netbook HP (Notebook mini Hewlett-Packard) yang paling dicari saat ini: HP mini 1013TU, HP 1169, HP 1179

Melakukan Lima Usaha Marketing (3)


Iklan-iklan di bawah ini titipan dari Sponsor.GSN SOEKI tidak bertanggung jawab dengan isi iklan di bawah ini:




It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!