Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home Terbaru Populer Web Links 20 Sep 2019
GSN recommended web :
Ide2 bisnis, ide2 blog dari Cosa Aranda





Search

Artikel Web Link

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi



Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .

Untuk mengundang Motivator Top Indonesia di Perusahaan / Organisasi Anda bisa kunjungi website dibawah ini:

Motivator Indonesia

Berkelana ke Negeri-negeri Stan (71)
Kamis, 12 Juni 2008 | 06:33 WIB
[Tayang: Senin - Jumat]


Cermin Gulshan, Cermin Halmiyon (3)


Garis perbatasan internasional yang melintang ke sana ke mari di Lembah Ferghana menciptakan kantung-kantung suku minoritas di mana-mana. Salah satu contohnya adalah Halmiyon. Desa orang Uzbek yang hanya sepuluh langkah kaki dari Uzbekistan kini merupakan bagian wilayah Distrik Osh, Kyrgyzstan. Anak-anak sekolah di Halmiyon berusaha keras belajar bahasa Kirghiz, menghafal hikayat kepahlawanan Manas, mengenal pernik-pernik adat bangsa nomaden, dan yang paling penting dari semua itu, menyamakan detak jantung dan deru nafas dengan saudara setanah air nun jauh di Bishkek sana.

Republik-republik baru bermunculan di atas peta Asia Tengah menyusul buyarnya Uni Soviet. Mulai dari Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, hingga Kazakhstan. Semuanya adalah negara-negara yang didirikan atas dasar ras dan etnik. Turkmenistan punyanya orang Turkmen, Uzbekistan untuk Uzbek, Tajikistan negeri bangsa Tajik, demikian pula Kyrgyzstan dan Kazakhstan bagi orang Kirghiz dan Kazakh. Kini kelimanya berdiri tegak sebagai negara-negara merdeka dan berdaulat penuh. Siapa lagi yang dulu membuat kelima negara etnik ini kalau bukan sang induk semang Soviet. Bahkan definisi suku-suku, mana yang disebut orang Uzbek, mana yang namanya Tajik, mana si Kirghiz dan si Kazakh, juga buatan Soviet.

Ketika Soviet bubar, negara-negara buatan ini berdiri di atas setumpuk masalah. Tidak perlu bicara soal ekonomi yang carut-marut ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, bahkan hal-hal yang paling mendasar pun masih jadi problem yang harus dipecahkan. Identitas bangsa, syarat mutlak sebuah negara, masih harus diciptakan.

Mulailah para Stan bersaudara ini mencari-cari identitas mereka. Ramai-ramai mereka membuat bendera, lagu kebangsaan, lambang negara, mata uang, dan sejarah nasional. Ada yang langsung menghapus huruf-huruf Rusia dan menciptakan huruf Latin. Nama-nama jalan yang berbau komunisme semua diganti. Nilai-nilai kebudayaan nasional ditetapkan. Patung-patung Lenin dirobohkan, diganti patung-patung pahlawan nasional.

Berhubung pahlawan-pahlawan besar Asia Tengah muncul sebelum lahirnya kelima stan ini, muncul masalah lain. Negara mana yang berhak mengklaim si A ini pahlawan kita dan si B ini punya kamu? Gontok-gontokan pahlawan dan rebutan gono-gini peninggalan sejarah dan peradaban pun tak bisa dihindarkan. Garis-garis batas negara membawa pertikaian panjang akan sejarah, konsep, ideologi, identitas, peradaban yang tak pernah ada sebelumnya.

Lembah Ferghana, tempat di mana saya berada saat ini, adalah tempat yang paling ruwet permasalahannya. Lembah yang menjadi jantung peradaban Uzbek ini diiris-iris oleh Uni Soviet menjadi beberapa negara: Uzbekistan, Kyrgyzstan dan Tajikistan. Garis perbatasan saling menyilang dengan ruwetnya. Contohnya Gulshan yang punya garis batas mengiris jalan gang dan Halmiyon di mana orang-orang Uzbek sedang belajar keras bahasa dan sejarah Kirghiz.

Identitas bertumpuk dengan identitas. Dari pengamatan saya, identitas kesukuan lebih kuat dari kewarganegaraan. Seorang Kirghiz di Tajikistan lebih mendahulukan ke-Kirghiz-annya daripada ke-Tajik-annya, dan seorang Uzbek di Kyrgyzstan masih menganggap dirinya Uzbek daripada Kirghiz.

Setidaknya orang-orang Uzbek di Halmiyon tahu apa itu Kyrgyzstan, karena giatnya Bishkek menanamkan nilai-nilai kebangsaan di sini. Bapak Juma bercerita tentang sebuah wilayah Tajikistan, juga di Lembah Ferghana, tak jauh dari sini. Wilayah Tajikistan yang ini, seperti halnya Halmiyon, juga sebuah kampung yang hanya dihuni oleh orang-orang Uzbek. Tetapi daerah ini sangat terpencil dan Tajikistan tidak pernah peduli dengan tempat tak penting ini. Suatu hari, rombongan komrad datang dari Dushanbe, ibu kota Tajikistan, datang meninjau sekolah-sekolah di sini.

"Anak-anak, siapa nama presiden kita?" tanya si pembesar Tajikistan.
"Islom Karimov," jawab murid-murid serempak. Islom Karimov adalah Presiden Uzbekistan. Tentu saja si pejabat Tajikistan langsung merah padam mukanya.
"Bukan. Bukan. Presiden kita adalah Imomali Rahmonov. Ayo kita coba lagi. Anak-anak, siapa nama presiden kita?"
"Islom Karimov!!!" Anak-anak Uzbek itu masih keukeuh dengan pendiriannya.
Kalau tadi si pejabat Tajik merah padam wajahnya, sekarang sudah tidak tahu lagi apa warnanya.

Garis-garis batas negara, yang melintang tidak karuan di Lembah Ferghana, adalah penentu takdir manusia-manusia yang hidup di sini. Ada garis negara mengiris gang, mengiris pekarangan rumah, dan sawah ladang. Tahu-tahu saja seseorang menjadi warga negara A sedangkan tetangganya jadi warga negara B.

Bukan hanya konsep-konsep besar seperti pendidikan, peradaban, sejarah, dan ideologi, masalah-masalah real seperti perekonomian pun cukup membuat pusing. Perdagangan antar kampung sekarang sudah naik level menjadi perdagangan antar negara. Ada pajak internasional, bea cukai, karantina, registrasi, deklarasi, izin impor, dan macam-macam tetek bengek lainnya. Orang kampung mana yang gembira dengan ruwetnya birokrasi internasional macam ini? Toh belanjanya juga cuma dari kampung sebelah.

Saya berkunjung ke 'pasar internasional' di Halmiyon (wilayah Kyrgyzstan), di mana sekarang warga Gulshan (warga negara Uzbekistan) bebas berbelanja. Hari ini bukan hari pasar, sepi sekali. Kargo bekas truk disulap menjadi toko-toko yang berbaris rapi dalam jalur dan lajur. Jangan bayangkan ini sebagai pasar internasional yang megah. Ini cuma pasar kampung biasa. Cuma karena yang berjual beli di sini adalah warga dua negara berbeda, makanya disebut pasar internasional. Barang-barang yang dijual pun kebanyakan made in China.

Dalam perdagangan internasional, mata uang tentu menjadi masalah. Beberapa toko memasang papan "Kami Menerima Dolar dan Som." Juga ada penukar mata uang yang berkeliling mencari konsumen, membawa kresek hitam besar dan berteriak menawarkan uang seperti menawarkan pisang goreng. Mata uang Sum Uzbekistan memang nilainya kecil sekali. Pecahan terbesar, 1.000 Sum, nilainya bahkan tidak sampai 1 Dolar, atau cuma 40 Som Kyrgyzstan. Saya melongok 'dagangan' si penukar uang. Isinya recehan uang kertas 100 dan 200 Sum, diikat bergepok-gepok, dibungkus kain serbet. Benar-benar seperti pisang goreng.

Di sini, etnis Uzbek di mana-mana. Mencari orang Kirghiz yang benar-benar Kirghiz susah sekali, baik di pasar ini maupun di pusat Halmiyon. Saya sempat bertanya, mengapa Halmiyon harus jadi wilayah Kyrgyzstan kalau semua orangnya orang Uzbek. Tidak ada yang menjawab pasti.

Setelah beberapa malam tinggal di sini, saya semakin berani melintas ke Halmiyon dengan muka tanpa dosa. Tak lagi lewat jalan-jalan tikus di gang-gang, tetapi dengan gagah berani melintasi portal Uzbekistan dan Kyrgyzstan yang melintang di jalan raya utama antara Gulshan dan Halmiyon. Dicegat oleh tentara perbatasan pun tidak. Mungkin karena wajah saya sudah seperti orang Kirghiz.

Benar-benar negeri antah berantah, saya membatin.


(Bersambung)

Sumber: Kompas.com
Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]


Posted: 31 July 2008 13:042696 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
No Ratings have been Posted.
Artikel Sebelumnya:
Berkelana ke Negeri-negeri Stan (72)

Berkelana ke Negeri-negeri Stan (73)

Berkelana ke Negeri-negeri Stan (74)

Berkelana ke Negeri-negeri Stan (75)

Berkelana ke Negeri-negeri Stan (76)

Artikel Lainnya:
Renungan Harian Katolik RenunganPKarmCSE.com

(ads) Lowongan Kerja - Hairstylist - Jakarta

(ads) Lowongan Pekerjaan - Cashier untuk SPA - Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Therapist SPA Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Business Manager SPA - Jakarta

Koleksi ucapan/sms Selamat Tahun Baru 2011

Pesan Paus untuk para Imam: "Kita Harus nge-Blog"

Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia;; 5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki;; RS Omni Dirikan Kawasaki Center

Netbook HP (Notebook mini Hewlett-Packard) yang paling dicari saat ini: HP mini 1013TU, HP 1169, HP 1179

Melakukan Lima Usaha Marketing (3)


Iklan-iklan di bawah ini titipan dari Sponsor.GSN SOEKI tidak bertanggung jawab dengan isi iklan di bawah ini:




It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!